Minggu, 20 Februari 2022

Selepas Hujan

 

Di depan pintu ku terduduk

Melihati tetesan-tetesan dari genting

Terlihat langkah-lagkah yang berwarna

Satu langkah... dua langkah...

Ku coba menghitung namun tak sampai

Bukan... bukan aku kehilangan arah

Namun warna-warna memenuhi pandang

Seperti sebuah taman bunga

Semua nampak berwarna

Merah, biru, kuning, toska

Hanya aku saja

Yang tak berwarna

Kelabu bagai langit lepas hujan

Tidaknya bermuram durja

Hanya terasa ruang di dada

Yang dingin menyebar ke seluruh badan

Mungkin ini semua karena hujan

Aku jadi teringat suatu hal

Seperti saat langit menjadi gelap

Aku mengecup lembut bibir dinginnya

Perlahan dan perlahan

Hingga hujan pun terasa hangat

Saat tubuhku melayang...

Bebas di langit-langit kamar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar