Di depan pintu ku terduduk
Melihati tetesan-tetesan dari genting
Terlihat langkah-lagkah yang berwarna
Satu langkah... dua langkah...
Ku coba menghitung namun tak sampai
Bukan... bukan aku kehilangan arah
Namun warna-warna memenuhi pandang
Seperti sebuah taman bunga
Semua nampak berwarna
Merah, biru, kuning, toska
Hanya aku saja
Yang tak berwarna
Kelabu bagai langit lepas hujan
Tidaknya bermuram durja
Hanya terasa ruang di dada
Yang dingin menyebar ke seluruh badan
Mungkin ini semua karena hujan
Aku jadi teringat suatu hal
Seperti saat langit menjadi gelap
Aku mengecup lembut bibir dinginnya
Perlahan dan perlahan
Hingga hujan pun terasa hangat
Saat tubuhku melayang...
Bebas di langit-langit kamar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar