Pagi yang mendung membawa hawa dingin menusuk tulang
Sejenak ku terdiam di dalam selimutku yang hangat
Tetapi ku tersadar setelah ku dengar rintik-rintik tangisan langit
Segera ku basuh wajahku dan segarkan tubuhku
Harus segera ku rapikan pakaianku dan ku kenakan sepatuku
Tak peduli ada hujan yang menghadang
Aku akan mencoba menembusnya untuk sesuatu yang penting
Saat hujan mulai deras menerpa ragaku
Aku tetap berlari sekuat tenaga dengan hati yang cerah
Senyum ini tak pernah terlepas sejak semalam
Malam yang benar-benar indah bersama rembulan dan bintang-bintang yang berpijar samar-samar
Ku ingin terus seperti ini...
Kini ku kembali
Dapat ku lihat wajah yang selalu terbawa dalam mimpiku
Maafkan aku yang telah pergi begitu lama
Tapi kini aku telah pulang dan tak kan pergi lagi
Kau sambut aku dengan senyumanmu dan handuk tuk keringkan tubuhku
Selalu senyum itu yang dapat membuatku terbang melayang dalam bahagia
Sudah lelah ku menanti dan kini akhirnya aku dapat menatap mata beningmu
Terlalu banyak hari tanpa dirimu
Dan sekarang ku teriakkan perasaanku
Tak ada lagi hari tanpa hadirmu
Rabu, 01 Juni 2011
Untuk Tuhan...
Ketika ku sendirian
Merengkuk dalam kegelapan
Dan merasakan kepedihan juga kesedihan
Hanya sepucuk surat yang ku tulis
Surat yang ku tulis sambil menangis
Untuk Tuhan...
Untuk Tuhan...
Ku tulis surat ini untuk Engkau
Terima kasih untuk semua kenikmatan yang kau beri
Tawa dan tangis
Senang dan sedih
Malam dan pagi
Panas dan dingin
Sehat dan sakit
Juga untuk memberiku kesempatan tuk tinggal sejenak di bumi hijauMu
Untuk Tuhan...
Engkau yang selalu menemaniku di sini
Di saat ku merasa kesepian
Dan mulai tenggelam dalam kegelapan
Engkau yang selalu menarikku keluar dari kesesatan
Hanya Engkau yang selalu sudi mendengar keluh kesahku di tengah malam
Hanya Engkau...
Untuk Tuhan...
Jikalau akan Kau ambil ruh ku yang telah kotor ini
Aku rela...
Bimbinglah aku untuk menemukan jalan menuju hadapanMu
Bawalah aku ke sisiMu
Ku mohon...
Untuk Tuhan...
Kan ku pasrahkan segalanya kepadaMu
Aku kan menerima apa pun takdir yang telah Engkau tulis
Dan dalam kalbuku, aku bersenandung
Untuk Tuhan...
Merengkuk dalam kegelapan
Dan merasakan kepedihan juga kesedihan
Hanya sepucuk surat yang ku tulis
Surat yang ku tulis sambil menangis
Untuk Tuhan...
Untuk Tuhan...
Ku tulis surat ini untuk Engkau
Terima kasih untuk semua kenikmatan yang kau beri
Tawa dan tangis
Senang dan sedih
Malam dan pagi
Panas dan dingin
Sehat dan sakit
Juga untuk memberiku kesempatan tuk tinggal sejenak di bumi hijauMu
Untuk Tuhan...
Engkau yang selalu menemaniku di sini
Di saat ku merasa kesepian
Dan mulai tenggelam dalam kegelapan
Engkau yang selalu menarikku keluar dari kesesatan
Hanya Engkau yang selalu sudi mendengar keluh kesahku di tengah malam
Hanya Engkau...
Untuk Tuhan...
Jikalau akan Kau ambil ruh ku yang telah kotor ini
Aku rela...
Bimbinglah aku untuk menemukan jalan menuju hadapanMu
Bawalah aku ke sisiMu
Ku mohon...
Untuk Tuhan...
Kan ku pasrahkan segalanya kepadaMu
Aku kan menerima apa pun takdir yang telah Engkau tulis
Dan dalam kalbuku, aku bersenandung
Untuk Tuhan...
Semangat untuk hari ini
Ketika ku buka lagi mata ini
Pagi telah menyambutku dengan riang
Sang mentari pun bersinar terang
Memancarkan kehangatan bagi semuanya
Burung-burung yang bersiul berbarengan
Seakan mendengar
orkestra megah yang indah
Sejuknya pagi merasuk ke dalam dada
Mengosongkan ruang-ruang yang mulai penuh sesak
Tak terbayang bagaimana semalam aku hancur
Sendirian di dalam gelapnya malam
Dengan hati yang remuk dan hancur
Merasakan pedih yang amat dalam
Tapi itu tak berarti...
Semua kan indah pada waktunya
Kini senyum yang akan ku umbar
Membalas semua keindahan di pagi ini
Yang telah sedari tadi menghibur jiwaku yang hampir mati
Mencoba menghapus laraku dengan indahnya pagi ini
Kan ku langkahkan kaki ini dengan kuat
Kan ku tahlukkan hari dan dunia ini
Dengan segala asa dan harapan yang ku punya
Untuk membuktikan bahwa aku ada dan aku hidup
Now would you come with me?
Together we can seize the word
And together we'll be stronger
Just hold my hand and fly away with me
And we'll be save, my friends
Pagi telah menyambutku dengan riang
Sang mentari pun bersinar terang
Memancarkan kehangatan bagi semuanya
Burung-burung yang bersiul berbarengan
Seakan mendengar
orkestra megah yang indah
Sejuknya pagi merasuk ke dalam dada
Mengosongkan ruang-ruang yang mulai penuh sesak
Tak terbayang bagaimana semalam aku hancur
Sendirian di dalam gelapnya malam
Dengan hati yang remuk dan hancur
Merasakan pedih yang amat dalam
Tapi itu tak berarti...
Semua kan indah pada waktunya
Kini senyum yang akan ku umbar
Membalas semua keindahan di pagi ini
Yang telah sedari tadi menghibur jiwaku yang hampir mati
Mencoba menghapus laraku dengan indahnya pagi ini
Kan ku langkahkan kaki ini dengan kuat
Kan ku tahlukkan hari dan dunia ini
Dengan segala asa dan harapan yang ku punya
Untuk membuktikan bahwa aku ada dan aku hidup
Now would you come with me?
Together we can seize the word
And together we'll be stronger
Just hold my hand and fly away with me
And we'll be save, my friends
Langganan:
Komentar (Atom)