Ku tatap ke luar jendela
Dapat ku lihat tetesan air hujan
Gelap dan suram terasa
Juga kesedihan di tiap tetesnya
Perlahan ku melangkah ke luar
Ingin ku rasakan pedih yang sama
Ku mengadah menatap langit
Dapat ku rasa bulir-bulir tangis dari langit
Ku pejamkan mataku
Ku rasakan lebih dalam, lebih pedih
Dan kau mulai berteriak
Tak kuat menahan pedih ini
Satu persatu ku tanyakan pada diriku
Apakah aku pantas berdiri di sini?
Apakah aku pantas mendapat semua ini?
Apakah aku pantas?
Tidak...
Aku sama sekali tidak pantas
Aku yang hina ini
Tak mungkin bagiku tuk dapatkan segalanya
Aku hanyalah angin yang terlupakan
Tidak lebih...
Semua yang ku punya adalah fana
Tak pantas bagiku berdiri di sini
Namun aku pantas...
Untuk terus disakiti
Juga dilupakan
Tuhan...
Aku tahu ini bukan jalanku
Tak kan pernah ada bahagia untukku
Tolong...
Aku hanya ingin menangis di bawah guyuran hujan
Aku ingin bercerita tentang semuanya
Biarkan air mata ini mengalir
Bercampur dengan air mata langit
Biarkan aku...
Tenggelam dalam semua masalahku
Hancurkanlah aku
Hingga menjadi debu kecil
Yang tak kan dilihat oleh siapa pun
Hapuslah semua memori tentang aku
Hingga benar-benar hilang
Dan tak seorang pun kan mengingatku
Biarkan aku menangis bersama awan
Aku yang hampa ini
Tak kan bisa mengubah apa pun
Hanya biarkan aku...
Biarkan aku menangis bersama awan
Sabtu, 20 November 2010
Tidak ada...
Pagi berkabut
Aku terus melangkah
Tak ingin ku menoleh ke samping
Karena kutahu...
Di sini semua berawal
Juga di sini semua berakhir
Genangan darah segar
Jasad-jasad saudaraku yang tergeletak berceceran
Mengapa ini terjadi?
Hanya sekejap
Tapi begini akhirnya
Hancur lebur tak tersisa
Aku sendiri di sini
Tetap melangkah di antara jasad-jasad saudaraku
Menangis pun tak kan
mengubah apa pun
Yang hanya bisa kulakukan kini...
Tidak ada...
Mata ini memandang kosong ke depan
Cukup sudah pedih yang kurasa
Lelah jiwa ini untuk terus disiksa
Ku biarkan peluru-peluru itu menghujam jantungku
Dan ku biarkan darahku mengalir, menggenang
Bersama darah saudara-saudaraku
Nafas perlahan lepas
Ku rasa jantungku mulai berhenti
Dan yang hanya bisa kulakukan kini...
Tidak ada...
Aku terus melangkah
Tak ingin ku menoleh ke samping
Karena kutahu...
Di sini semua berawal
Juga di sini semua berakhir
Genangan darah segar
Jasad-jasad saudaraku yang tergeletak berceceran
Mengapa ini terjadi?
Hanya sekejap
Tapi begini akhirnya
Hancur lebur tak tersisa
Aku sendiri di sini
Tetap melangkah di antara jasad-jasad saudaraku
Menangis pun tak kan
mengubah apa pun
Yang hanya bisa kulakukan kini...
Tidak ada...
Mata ini memandang kosong ke depan
Cukup sudah pedih yang kurasa
Lelah jiwa ini untuk terus disiksa
Ku biarkan peluru-peluru itu menghujam jantungku
Dan ku biarkan darahku mengalir, menggenang
Bersama darah saudara-saudaraku
Nafas perlahan lepas
Ku rasa jantungku mulai berhenti
Dan yang hanya bisa kulakukan kini...
Tidak ada...
Langganan:
Komentar (Atom)