Selasa, 26 Oktober 2010

jeritan pilu seorang yang dihancurkan

ku melangkah perlahan

saat aku benar-benar hancur kau datang untukku

benar-benar untuk aku

kau bangkitkan aku

kau beri aku semangat

kini sayap ku telah pulih

aku sudah kembali hidup

tapi kenapa kau hancurkan lagi aku?

kenapa saat aku mulai percaya kepadamu?

aku kembali mati

di sini sendirian

meringkuk kedinginan

sendirian...

mati dan mati lagi

cukup dengan pedih ini!

aku muak selalu dibuang!

dihancurkan!

dienyahkan!

aku lelah selalu di lupakan!

tolong sekali ini saja

anggaplah aku ada

cukup sekali

cukup sejenak

anggaplah aku ada

anggaplah aku hidup

hilangkan aku

musnahkan aku

hingga benar-benar lebur

menjadi debu

yang tak pernah dianggap

Jumat, 15 Oktober 2010

Setelah kehidupan

Pagi berkabut di kota yang mati
Aku sendiri melangkah ditemani ketakutan
Ku dengar teriakan mereka yang hidup tapi mati
Dimana bisa ku temukan kehidupan?
Aku merindukan itu

Siang yang senyap
Tak lagi menyengat layaknya kemarin
Hujan darah mulai turun
Satu persatu ku hitung yang ku punya
Tak banyak lagi dan aku harus cepat
Aku harus tetap hidup

Senja yang biru
Dataran tetap berkabut
Dan cahaya tak bisa menembus
Hanya aku dan peluruku
Yang akan menembus kepala mereka
Yang lapar akan jiwa yang hidup
Dan yang haus akan darah

Kini malam datang
Seakan ketakutan diberi padaku
Mencekam saat ku lihat gerombolan itu
Mereka yang terus memburuku
Dan menghapus semua kehidupan
Hancurkan semua anganku
Juga sudah mengubahku
Aku bukan lagi manusia
Aku juga hidup tapi mati
Tapi aku berbeda dengan mereka
Aku hidup bukan untuk menghapus kehidupan
Aku hidup untuk mengembalikan kehidupan
Setelah kehidupan yang lama

Please take my soul and my last breath

I'm walking here
The darkness come from the earth
Try to kill some people who know the truth
The sky so sad to look many people have died there
Now the sky's crying again in this morning
So bad to hear your tears
Please stop crying, dear
I won't see your tears anymore
Just trust me and hold my arms
I'll protect you from the evil

Did you know if I got many pain to keep you safe?
Now you leave me here
Let me die alone without your smile
Why are you betray me and go away?
Please answer me

Do you hear my soul screaming out?
Try to call your name again
Must I die here?
With the sky who crying every time
I want to tell you something, dear
I know you are never care about me
I know you are never feel something to me
And that's your right to hate me
But please...
Please take my soul and my last breath
To protect you
And to keep you safe
Comment · UnlikeLike · Share

Dalam detik akhir kehidupan

Ku dengar samar-samar bumi menangis
Juga langit yang meraung-raung kesakitan
Aku hanya bisa diam dan mendengarkan
Semua ungkapan kepedihan
Tanpa bisa mengulur tangan

Api membara yang perlahan tersulut
Terjatuh dari angkasa gelap yang mati
Perlahan melahap dunia yang rapuh
Hancur lebur sudah...

Detak jantung tetap kurasa
Darah pun tetap mengalhr di tubuhku
Tapi kenapa?
Kenapa kurasa nafas ini terhenti?
Dan kenapa aku merasa mati?
Apa ini akhirnya?

Kita rasakan hal yang sama
Kita rasa pedih yang amat sangat
Dan tak ada yang mau melihat kita
Apalagi mengulur tangannya
Aku kini pasrah
Menanti saatnya
Saat kita hancur bersama
Dalam detik akhir kehidupan

Hancur lebur tak tersisa disini

Ku tatap langit yang mulai gelap tertutup awan hitam
Disini tubuhku terjatuh di atas padang rumput hijau
Ku genggam rerumputan yang mulai mati itu
Ku tahu ini akan terjadi

Pandanganku kian kabur saat langit mulai menangis
Gemuruh petir yang menyambar bagai isakan pedih
Aku hanya bisa menghela sedikit nafas
Saat cahaya sudah hilang dari dunia
Tak kan pernah kembali menyapa hari

Darah ini tetap mengalir deras
Bercampur dengan tetes hujan
Yang menggantung di rerumputan
Yang kini telah benar-benar mati
Jantung ini terasa kian pedih tiap ku hembus nafas yang kian berat
Berakhir sudah...

Semua memori yang ku punya hilang disini
Tempat terakhir ku gores memori itu
Tanpa ada siapa pun memapah ragaku
Sendirian di bawah langit yang menangis
Tanpa ada siapa pun menggenggam jiwaku
Hancur lebur tak tersisa disini

Cukup sampai disini ukiran tentang aku

Ku tatap retak dinding ruang ini
Ruang dimana tersimpan memori
Yang mulai terlupa oleh hati
Hanya terlupa...
Tapi tidak hilang

Disini ku lewati semua waktuku
Saat kita semua tertawa bersama
Juga renungi semua kesalahan kita
Saat kita berkhayal ingim jadi apa di masa depan
Juga menoleh sekilas tentang kekalahan kita di belakang

Luka yang kita obati bersama
Kini telah sembuh dan berubah
Menjadi sebuah senyum penuh arti
Penuh akan semangat tuk kembali melangkah
Tuk capai angan masing-masing

Sayang mungkin ini yang terakhir ku ukir kenangan
Pada retak dinding ruang ini
Sebuah tangis yang bergema di telingaku
Tapi ku tak bisa berucap tuk hilangkan pedih kalian
Tak ada lagi aku di sisi kalian
Dan tak ada lagi kisah dariku

Cukup sampai disini ukiran tentang aku
Aku akan pergi jauh dan tak kan kembali
Maafkan aku, kawan
Cukup sampai disini ukiran tentang aku
Karena putus sudah nafas yang diberi Tuhan
Selamat tinggal kawan...
Kenangan tentangku akan tetap abadi dalam jiwa-jiwamu
Bersama retakan dinding ruang ini