Dalam lautan api aku membeku
Merasa ada yang hilang dariku
Entah apa itu, aku tak pernah tahu
Yang aku tahu, aku sekarat menjadi debu
Debu es dalam api yang memburu
Di sini tak ada yang tersisa
Hanya kenangan yang tak akan hilang
Dari semua manisnya hari yang telah lewat
Bolehkah air mataku jatuh dalam duka?
Memecah kenangan indah yang telah ku cipta
Hancur menjadi debu es di udara
Kini api kepedihan membakar jiwaku
Namun hatiku tak akan meleleh dan terus membeku
Tak satu pun rasa dapat menyentuhku
Aku hanya terpecah menjadi debu
Seorang yang tak pernah di sana...
Pernahkah kau mencoba menyentuh aku yang terluka?
Aku selalu menanti dalam duka
Padamu yang tak pernah ada
Ya... Padamu yg hanya sebuah khayalan belaka
Dan hati ini pun membeku ketika kau hilang
Dari pikiran dan rasaku untuk selamanya
Semakin dingin jiwaku terasa
Semakin gelap mata yang selalu kau tatap
Dalam ketiadaan yang kau coba cipta
Dengan segala harap untuk menjadi ada
Biarkan ku tulis sebuah surat
Untukmu yg tak pernah di sana
Biarkan aku sekali lagi merasakan engkau ada
Dalam serpihan hati yang membeku
Biarkan aku kembali mencintai sebuah bayang
Meski itu hanya memberiku luka
Dan merubah hatiku menjadi es dalam gelap
Yang kemudian terpecah menjadi debu es yang beterbangan di udara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar