Jumat, 15 Oktober 2010

Setelah kehidupan

Pagi berkabut di kota yang mati
Aku sendiri melangkah ditemani ketakutan
Ku dengar teriakan mereka yang hidup tapi mati
Dimana bisa ku temukan kehidupan?
Aku merindukan itu

Siang yang senyap
Tak lagi menyengat layaknya kemarin
Hujan darah mulai turun
Satu persatu ku hitung yang ku punya
Tak banyak lagi dan aku harus cepat
Aku harus tetap hidup

Senja yang biru
Dataran tetap berkabut
Dan cahaya tak bisa menembus
Hanya aku dan peluruku
Yang akan menembus kepala mereka
Yang lapar akan jiwa yang hidup
Dan yang haus akan darah

Kini malam datang
Seakan ketakutan diberi padaku
Mencekam saat ku lihat gerombolan itu
Mereka yang terus memburuku
Dan menghapus semua kehidupan
Hancurkan semua anganku
Juga sudah mengubahku
Aku bukan lagi manusia
Aku juga hidup tapi mati
Tapi aku berbeda dengan mereka
Aku hidup bukan untuk menghapus kehidupan
Aku hidup untuk mengembalikan kehidupan
Setelah kehidupan yang lama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar