Jumat, 15 Oktober 2010

Dalam detik akhir kehidupan

Ku dengar samar-samar bumi menangis
Juga langit yang meraung-raung kesakitan
Aku hanya bisa diam dan mendengarkan
Semua ungkapan kepedihan
Tanpa bisa mengulur tangan

Api membara yang perlahan tersulut
Terjatuh dari angkasa gelap yang mati
Perlahan melahap dunia yang rapuh
Hancur lebur sudah...

Detak jantung tetap kurasa
Darah pun tetap mengalhr di tubuhku
Tapi kenapa?
Kenapa kurasa nafas ini terhenti?
Dan kenapa aku merasa mati?
Apa ini akhirnya?

Kita rasakan hal yang sama
Kita rasa pedih yang amat sangat
Dan tak ada yang mau melihat kita
Apalagi mengulur tangannya
Aku kini pasrah
Menanti saatnya
Saat kita hancur bersama
Dalam detik akhir kehidupan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar