Jumat, 30 Juli 2010

Yang bebaskan jiwaku

Sinar sang surya
Mulai muncul dari sela awan hitam
Yang sebelumnya menangis
Terisak di langit pucat

Aku hanya terdiam
Coba rasakan kesedihan bumi
Coba dengar jeritan angin yang dilupakan
Coba mengerti apa yang langit rasa

Dengan para jiwa yang terluka
Aku tetap bisa bernafas
Meski sering kali terasa berat
Dan terkadang terasa memuakkan

Biarkanlah aku menangis
Bersama langit hitam di langit
Biarkanlah aku menjerit
Bersama angin yang kadang dilupakan
Biarkanlah aku merasakan pedih
Bersama bumi dan langit yang pilu

Aku tak akan berlari
Karna aku tahu itu akan makin pedih
Juga jiwaku yang mulai melemah
Yang mulai muak dengan takdir
Yang hanya bisa bertahan di setiap hembusan nafas
Tanpa sebuah jawaban yang pasti
Tanpa sebuah keyakinan yang benar

Dan nafasku kan berakhir disini
Bersama awan hitam yang terus menangis
Bersama angin yang terlupa yang terus menjerit
Bersama bumi dan langit yang terus murung
Bersama para jiwa yang terluka yang selalu bersamaku
Sampai ku hembus nafas terakhirku
Yang berat dan panjang
Yang bebaskan jiwaku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar