Ku tatap awan hitam
Perlahan teteskan tangisnya
Aku hanya menunduk
Merasakan tetes-tetes tangis langit
Dalam semua gemuruh di hati
Percuma saja aku bertarung
Itu tak akan bisa mengubah apa pun
Kekalahan yang selalu bersamaku
Dan luka yang selalu menyelimutiku
Haruskah aku menangis disini?
Menunduk dan memohon?
Belum cukupkah semua penderitaanku?
Atau memang ini yang terbaik?
Persetan!
Cukup sudah!
Aku muak!
Aku lelah harus selalu merasakan kekalahan!
Aku lelah harus selalu dipandang sebelah mata!
Tanpa perduli seperti apa pengorbananku!
Cukup!
Tak kan ada lagi aku disini
Aku akan pergi menghilang
Dengan semua luka
Dengan semua penderitaan
Yang akan selalu temani jiwaku
Dalam sesat gelap hatiku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar