Pagi yang dingin di sebuah ruang
Alunan musik dari piano perlahan berdenting
Dalam sekejap aku menoleh ke ruang itu
Dan... Mataku meneteskan air mata
Betapa indahnya melodi ini
Namun semua itu perlahan menghilang
Hatiku menjadi resah dan inginkan lagi
Namun yang ku dapat hanyalah sebuah ruang penuh debu
Semua yang ku harap ada telah hilang
Dan yang tersisa hanya bekas-bekas melodi di dinding
Hati ini perlahan meredup
Merasakan semua pedih dalam kekosongan
Rasanya hatiku remuk hingga tulangku pun merasakannya
Semuanya terlihat sangat menyakitkan
Namun kan ku pungut serpihan hati ini
Dalam ruang yang mulai gelap
Aku akan tetap menunggu
Hingga melodi itu beralun kembali
Meskipun harus penuh dengan kepedihan
Aku tetap akan bertahan dalam kekosongan
Demi untuk mendengarnya lagi
Demi alunan piano penuh cinta itu lagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar