Selasa, 11 Juni 2013

Sebuah Melodi Untuk Hati

Pagi yang dingin di sebuah ruang 
Alunan musik dari piano perlahan berdenting 
Dalam sekejap aku menoleh ke ruang itu 
Dan... Mataku meneteskan air mata 
Betapa indahnya melodi ini 

Namun semua itu perlahan menghilang 
Hatiku menjadi resah dan inginkan lagi 
Namun yang ku dapat hanyalah sebuah ruang penuh debu 
Semua yang ku harap ada telah hilang 
Dan yang tersisa hanya bekas-bekas melodi di dinding 

Hati ini perlahan meredup 
Merasakan semua pedih dalam kekosongan 
Rasanya hatiku remuk hingga tulangku pun merasakannya 
Semuanya terlihat sangat menyakitkan 

Namun kan ku pungut serpihan hati ini 
Dalam ruang yang mulai gelap 
Aku akan tetap menunggu 
Hingga melodi itu beralun kembali 
Meskipun harus penuh dengan kepedihan 
Aku tetap akan bertahan dalam kekosongan 
Demi untuk mendengarnya lagi 
Demi alunan piano penuh cinta itu lagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar