Berjalan perlahan di bawah lindungan mendung
Aku mencoba kembali meraba apa yang telah ku lewati
Semua terasa hilang tak bersisa
Kenangan dan harapan yang lama ku simpan
Juga bahkan aku kehilangan diriku sendiri
Sakit terasa ketika ku mencoba memegang pena
Senjata yang selalu ada ketika aku dalam duka
Namun sekarang dia tak lebih dari sebuah pena
Bukan... Bukan penanya yang salah
Ini semua karena aku dan hanya aku
Hatiku membeku seiring kertas yang tetap bersih
Teriris akan masa lalu saat semua mengelu-elukan namaku
Kini aku hanya batu yang tak berhati
Tenggelam dalam cahaya
Dan perlahan, aku hancur tak bersisa
Langit pun menangis menemaniku
Air mata yang tak dapat lagi ku tahan
Aku merasa benar-benar musnah dari dunia kalian
Sakit yang bahkan tidak bisa ku rasakan lagi
Mungkin ini sebuah akhir dari seorang kesatria
Kesatria bersenjata pena dan bertameng kertas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar