Selasa, 11 Juni 2013

Padam Oleh Waktu

Dalam bisu aku terdiam 
Menatap lekat dedaunan yang gugur 
Gelap... 
Tempat ini gelap 
Tanganku mencoba meraih 
Tapi tak satu pun tersentuh 
Semuanya lenyap perlahan 

Dapat ku rasa darah segar menetes 
Perlahan membasahi dadaku yang berlubang 
Semua tangisan itu... 
Aku tak dapat melihatnya 
Namun suara yang menyayat itu 
Terngiang jelas di telingaku 
Juga di hatiku 

Apa aku harus pergi? 
Apa aku telah roboh? 
Di sini amat gelap dan dingin 
Tanpa ada seorang pun menggenggamku 
Aku kedinginan... 
Dimana kalian, kawan? 
Dalam kegelapan ini, Aku takut untuk tahu 

Butiran bening yang menetes 
Dari kedua bola mata ini 
Bahkan tak seorang pun mendengarku 
Menangis menjerit dalam sakit 
Dalam ketakutan akan kebenaran 
Bahwa aku kini telah pergi 
Telah lenyap dalam mimpi yang abadi 

Kini hanya ada remah akan memori 
Semua perlahan terhapus dan enyah 
Entah apa kalian akan mengingatku 
Kesatria berpedang pena dan bertameng kertas 
Yang selama ini selalu di sini 
Berperang dengan lukisan dari rangkaian kata 
Dan akhirnya kalah mencium tanah 
Oleh takdir yang rebut semua 
Kebanggaan, kehidupan, dan bahkan harapan 
Semuanya telah hilang... 
Termakan oleh waktu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar