Badai pasir yang menghempas semakin ganas
Tubuh mungilnya semakin tertahan tuk melangkah
Tapi semangat di hatinya tetap membara
Meski harapan itu sudah lenyap dari jiwanya
Tapi setelah semua perjuanganmu kau tetap terjatuh
Apa yang kini kau terima dari pengorbananmu?
Kehancuran...
Tolong hentikan langkahmu
Tak kan ada lagi luka untukmu
Mengapa kau tetap bertahan?
Sudah cukup luka yang kau dapat
Aku tak tahan menatap hancur ragamu
Cahaya hidup di matamu pun redup
Tapi kenapa?
Kenapa kau tetap bertahan dan berjuang?
Apa karena dia?
Dia yang sudah membuangmu?
Mengapa kau tetap berkorban untuk dia yang tak menganggapmu?
Tolong jawab aku!
Apa ini semua rasamu untuknya?
Sebuah pengorbanan yang sia-sia?
Aku mengerti...
Karna ku pernah rasa yang kau rasa
Genggam tanganku
Kan ku bawa perasaanmu
Dan kau kan damai dalam tidurmu
Sudah cukup luka yang kau derita
Kini waktuku tuk gantikan dirimu
Bertahan dan berdiri menahan pedih
Untuk membawamu pergi ke sana
Ke tempat dimana kau kan temukannya
Dan singgah di sampingnya
Tanpa ada lagi luka
Yang perlahan menelan jiwamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar