Ku biarkan kakiku melangkah perlahan
Menembus badai yang semakin memburu
Sayatan belati kebencian membekas di benakku
Yang ku bawa hanya penderitaan masa lalu
Aku hanya pecundang yang selalu kalah
Hanya aib yang menemani langkahku
Bintang pun enggan menatapku
Tapi langit menangisiku
Iba padaku
Aku kan terus melangkah
Kemana pun kakiku membawa
Dan saat langkahku terhenti
Aku yakin itu yang terbaik untukku
Biarkan aku sendirian
Kedinginan dan kesepian
Menanti terang datang kembali
Sinari malam yang kan berganti pagi
Ku mengadah menatap langit
Hujaman badai basahi wajah ini
Nikmati badai yang semakin memburu
Langit pun mulai jingga
Terangnya singkirkan badai yang melanda
Menghapus semua luka yang ku rasa
Disini ku berhenti melangkah
Senyum itu yang hentikan kakiku
Ku temukan sesuatu yang ku cari
Mereka yang menerimaku
Mereka yang mengakuiku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar