Malam mulai petang
Mataku mulai sayu menunggumu
Hanya ditemani bunga rumput
Putih kelabu
Sepi mulai menyerang
Menggigil karna angin malam seakan mengejek
Langit pun makin suram
Air langit turun seakan menangisiku
Iba padaku
Tapi aku tetap bertahan
Menunggu kehadiranmu
Dengan tabah
Dengan setia
Tak ada keluh di dada
Tak ada sehuruf pun yg keluar dari lisan
Hanya diam dalam sunyi
Aku tetap menunggumu sendirian
Bersama bunga rumput
Yang mulai layu
Seperti aku
Ya... Seperti aku
Dan akhirnya...
Mati diterpa angin malam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar