Sabtu, 12 Desember 2009

akhir kisah ku dan peperangan

Sang surya memamerkan teriknya.
Di sini, terdengar letusan senapan.
Saling berbalas.
Ku tak tahu, siapa disini.
Dan siapa disana.

Ku edarkan pandangan.
Darah dan peluru yang bercecer.
Saudara-saudaraku tergeletak tanpa nafas.
Tanpa nyawa.

Siapa yang pergi?
Siapa yang kembali?
Tak seorang akan tahu.

Dan sekarang ku di sini.
Tergeletak pasrah tanpa daya.
Dengan darah yang bercucur.
Dengan peluru yang menghujam.
Biarlah ku bernafas sejenak.
Sebelum ku pergi.
Sebelum ku menutup mata.
Untuk selamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar