Senin, 17 Januari 2011

Semua ini tentang aku

Angin berhembus panas hari ini
Sepanas darah yang menetes perlahan di pelipisku
Sakit...
Mungkin itu yang akan ku dapat
Dari segala yang ku lakukan
Aku akan hancur
Hanya tinggal menunggu saja

Bibir ini selalu tampak tersenyum
Tapi hati ini selalu menangis merintih
Kau dan kalian tak kan pernah tahu seperti apa aku berjuang
Dan aku tak mau kalian mengetahuinya
Biarkan saja aku menahan beban ini sendirian
Merasakan luka dan racun yang semakin dalam dan menyebar
Pada akhirnya aku tetap sendiri
Dan kenyataannya aku sudah dibuang

Semakin sesak dada ini
Saat ku susuri jalanan kota di tengah malam
Saat lampu-lampu sudah padam dan toko-toko masih tertutup rapat
Mencoba terima kenyataan pahit ini
Dan mencoba tetap melangkah tak tahu arah
Hanya ikuti kemana langkah kaki membawaku

Tak peduli seberapa besar pengorbanan yang sudah ku lakukan
Aku tetap saja salah di mata kalian
Aku selalu menjadi bahan tertawaan bagi kalian
Dan aku muak!
Aku benci hidupku!
Suatu malam ku bertanya pada Tuhan
"Wahai Tuhan, kenapa kau ciptakan aku jika aku tak pernah berguna untuk mereka?"
Tuhan tak menjawab dan aku bertanya lagi
"Mengapa semua anganku hancur begitu saja tanpa sisa dan tetap tak ada yang melihatku?"
Lagi-lagi Tuhan tak menjawab
Dan yang terakhir aku bertanya
"Mengapa tidak kau cabut saja nyawaku? Mengapa kau buat aku tetap hidup dan tersiksa seperti ini?"
Tuhan tetap tidak menjawab
Aku tahu itu percuma, namun aku tetap mencoba

Kini hujan mengguyur deras bagai menangisi kesedihanku
Puing-puing hati yang pecah ini telah bercecer tak terarah
Ku coba pungut satu persatu
Semakin banyak terkumpul, semakin sakit terasa
Luka itu tetap ada dan membekas
Jauh di dalam relung jiwaku
Aku sudah mati...

Kini anganku melayang pergi
Tak ada yang mau melihatku untuk sekedar merasa iba
Mungkin di sini seharusnya aku berada
Saat ketika jasad ini tak bernyawa
Bahkan bumi tak kan sudi menerimaku
Semua ini tentang aku
Dan sebuah kisah sedih yang tragis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar