Senin, 17 Januari 2011

kabut pagi

Rintik rintik hujan turun basahi kota
Gelapnya malam hanya ditemani lampu jalanan yang bersinar remang-remang
Ku susuri jalanan ini perlahan
Rintik-rintik hujan perlahan basahi tubuhku
Begitu tenang ku rasa ketika langkah ini mulai jauh
Melodi dan memori yang terputar kembali
Coba ku resapi kembali dalam tiap-tiap detik yang ku punya
Tawa dan tangis yang telah lalu
Aku merindukan masa itu
Bersama mereka yang selalu memapahku
Namun yang lalu biarlah berlalu
Kini kan ku kejar satu harapan yang pasti
Demi debar jantung yang ku punya
Demi hembus nafas yang ku rasa
Biarlah tetap kosong ruang ini
Biarlah tetap gelap detik ini
Biarlah tetap dingin hujan ini
Diam dan perhatikan
Ketika bulan mulai tertutup awan hitam
Ketika lampu kota mulai padam
Aku akan tetap berdiri di sini
Nikmati apa yang ku miliki
Hingga aku terjatuh terbakar dan musnah
Bagai daun kering yang tersirat api
Menjadi abu dan terbawa angin
Melayang jauh tanpa tujuan pasti
Dan menghilang dalam tebalnya kabut pagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar