Sabtu, 21 Agustus 2010

Jejak jiwaku

Gelap langit di pagi hujan
Aku terdiam mengadah disini
Langkah-langkah yang kujejak
Tak pernah ada bekas bagiku

Debu yang hapus langkahku
Semakin samar jejakku terlihat
Sebagai penujuk menuju rumah
Yang tak pernah kita temukan
Dalam hati kita masing-masing

Hanya nafas yang tersisa
Untuk terus menjejak tanah
Sampai aku terjatuh letih
Dan nafas pun semakin berat

Haruskah berhenti disini?
Dibawah hujan yang menghujam?
Dalam tangis hati penuh pilu?
Dan jejakku hilang begitu saja?
Disapu hujan dan badai?
Jejak jiwaku...
Akan mati...
Dan berhenti disini

1 komentar: