Detik demi detik berlalu perlahan
Aku masih berada dalam jurang kebohongan
Belum keluar dari dusta
Dusta yang manis
Mungkin tawa riang yang kau lihat
Tampak selalu ceria
Nyatanya?
Mungkinkah aku bisa berkata jujur?
Karna tiap kata yang keluar menyayat hatiku
Aku tak ingin tampak lemah
Juga tak mau menangis di hadapanmu
Sekarang biarkan seperti ini
Hidup dalam bualan manisku
Memendam kepedihan seorang diri
Dan akhirnya tersiksa sendirian
Oleh dusta yang manis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar